Kita kini masih berjalan dalam
lika-liku perjuangan, meski peluh mengalir di permukaan raga yang luruh, kita
masih punya tujuan untuk bersimpuh. Menghitung jiwa-jiwa yang berteriak dalam kesusahannya.
Menguliti raga yang angkuh hingga menemukan kotoran-kotoran kecil di dalamnya,
biar raga itu tahu, bahwa jiwa kita sama dengan yang berteriak tepat di depan
matanya.Memaknai arti sebuah perjuangan. Perjuangan merupakan sebuah kata yang
berasal dari kata dasar berjuang yang artinya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),
arti kata berjuang adalah
berlanggaran (tentang perahu, ombak dan sebagainya).
Refleksi kisah perjuangan telah
terbukti betapa tingginya semangat perjuangan bangsa Indonesia untuk mengusir
dan melawan penjajah sejak awal penjajahan Belanda sampai dengan tercapainya
kemerdekaan Republik Indonesia. Dimana generasi yang lebih tua agar mewariskan
tidak hanya pengetahuan tentang tonggak sejarah atas kejadian yang terjadi di
masa lalu, namun juga terutama tentang semangat nasionalisme yang berpengaruh
atas perjalanan hidup dalam berbangsa dan bernegara. Karena dengan demikian
akan tercipta suatu hubungan emosional secara timbal balik diantaranya dalam
kaitan semangat nasionalisme. Hal ini menjadi sebuah tuntutan yang layak, agar
generasi muda dapat menghargai jasa-jasa pejuang dan pahlawannya sehingga
mereka menempatkan para pejuang dan pahlawan yang terhormat. Sebagai
generasi muda Indonesia, sudah sepatutnya kita berjuang untuk negeri ini,
terlebih lagi pada saat kondisi Negara yang seperti ini. Sejak Awal tahun 2020,
Indonesia sudah dihadapi dengan berbagai tantangan. Bencana alam, ataupun
bencana politik. Sebagai generasi Gen Z yang memang terlahir dari keluarga menengah
kebawah yang berusaha memperjuangkan kemerdekaan untuk diri saya dan keluarga
saya. Berkuliah dengan bantuan beasiswa merupakan suatu kebanggaaan dan
kemudahan bagi saya pribadi, akhirnya dengan segala perjuangan yang dilakukan
saya masih bisa diberi kesempatan untuk berkuliah. Sebagai
generasi muda bangsa Indonesia juga merupakan suatu hal yang cukup memberatkan
bagi saya pribadi, dimana saya harus bisa memperjuangkan hak – hak dan membantu
untuk perjuangan Indonesia yang benar merdeka adanya tanpa ada perbedaan dan
ketertindasan masyarakat yang kurang mampu. Menurut saya perjuangan yang
sesungguhnya dimasa muda adalah saat kita bisa menggunakan masa mud aitu dengan
hal yang positif untuk kemajuan negara Indonesia ini, seperti pepatah
mengungkapkan “Kita sukses itu bukan dilihat kalau
dari kita punya rumah besar, mobil mewah, atau lampu kristal di rumah dan
karpet yang luar biasa bagus, bukan itu. Tapi jika kita bisa membantu minimal
200 meter, 100 meter dari rumah kita. Itu baru kita bisa dikatakan sukses. Jika
100, 200 meter dari rumah kita tidak ada lagi orang susah, itu kita baru bisa
dikatakan orang sukses.” Joyo Tjokrosantoso, Pasukan Berani Mati Barisan
Pelopor.
Jumat, 18 Februari 2022
Menjadi Generasi Muda yang Tangguh
Senin, 27 Desember 2021
Perbedaan untuk diakrabkan, bukan untuk diperdebatkan
Indonesia merupakan negara yang multicultural atau masyarakat yang majemuk dengan keberagaman budaya, ras, etnis, Bahasa, dan sejarah yang berpadu menjadi satu sebagai kebiasaan di daerah setempat yang tersebar diseluruh wilayah NKRI. Kemudian Pancasila merupakan sebagai ideologi bangsa Indonesia yang sudah ada sejak Indonesia terlahir, Pancasila sudah menjadi suatu dasar aturan pokok berkehidupan dan bernegara. Pancasila berasal dari Bahasa sansakerta yang berarti panca adalah lima dan sila berarti prinsip atau asas. Arti Pancasila bukan hanya sebagai dasar negara saja, tetapi Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa, kepribadian bangsa, pandangan hidup bangsa, sumber dari segala sumber hukum. Pancasila memiliki lima dasar prinsip yang mendasarinya, yaitu (1) ketuhanan yang maha esa, (2) Kemanusiaan yang adil dan beradab, (3) Persatuan Indonesia, (4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, (5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pada
Pancasila yang ketiga terdapat bunyi “persatuan Indonesia”, seperti yang sudah
dijelaskan diatas Indonesia merupakan negara mutikultural yang dimana memiliki
berbagai macam dan keberagaman, keberagaman yang dimiliki oleh negara ini
mendorong terciptanya semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya adalah
walaupun berbeda – beda tetapi tetap satu tujuan yaitu memajukan Negara
Kesatuan Republik Indonesia, yang dari dulu sampai sekarang semboyan ini
menjadi pedoman bangsa Indonesia dalam bermasyarakat dan berbangsa. Persatuan
dan kesatuan harus kita pertahankan dari pihak – pihak yang sengaja ingin
menciptakan perpecahan di negeri Indonesia tercinta ini.
Tetapi di
zaman sekarang ini sepertinya Indonesia bukan menjadi tempat yang nyaman lagi
untuk hidup Bersama dalam perbedaaan. Banyak ancaman yang datang dan membuat
kita warga khususnya kaum minoritas menjadi khawatir dan ‘was-was’ dalam
mengeluarkan pendapat, berprilaku atau mungkin membawa perubahan. Rasanya ingin
berkarya, tetapi rasa takut selalu melanda dan menciutkan semangat untuk
berjuang dan membawa perubahan, karena rasanya segala sesuatu tidak akan
diterima dan dipersulit. Entah apa yang melatar belakangi prilaku – prilaku anti
sosial itu dan anti perbedaan, yang jelas hal mementingkan golongan hanya
melunturkan persatuan dan kesatuan Indonesia. Faktor krisis persatuan di
Indonesia akhir – akhir ini adalah terkait faktor SARA, sifatnya memang sangat
pribadi karna itu berkaitan dengan HAM, masalah SARA ini adalah suatu topik
yang sangat sensitif untuk dibahas, karna ini menyangkut tentang Tuhan. Akhir –
akhir ini banyak sekali terdengar mengenai isu – isu Sara yang mempersalahkan
mengenai agama di Indonesia ini, tiap kaum theism pasti akan selalu membela dan
mengakui agamanya sebagai agama yang paling benar, tetapi pada hakikatnya
Indonesia ini merupakan negara dengan berbagai Agama yang memang sudah
seharusnya saling menghargai dan toleransi antar umat beragama.
Memang pada akhirnya kita semua tidak perlu membanding –
bandingkan perbedaan satu dengan yang lainnya, semua orang memiliki
karakteristiknya masing – masing, tidak ada manusia yang bisa memilih ingin
dilahirkan dikeluarga seperti apa, dengan faktor ekonomi yang seperti apa, dan
tidak ada pula manusia yang bisa memilih mereka ingin dilahirkan dengan agama,
suku dan rasa apa. Masih banyak cara yang kita lakukan dalam menjada persatuan
dan kesatuan bangsa Indonesia. Pertama, mari kita sama – sama membangun kembali
rasa toleransi ditengah keberagaman budaya dan beragama pada masyarakat,
kemudian cara berikutnya dengan selalu menunjukan sikap ramah dan menghilangkan
egoisme masing – masing umat beragama dan suku dan golongan. Kemudian peran
pemerintah pun diperlukan dalam pengambilan keputusan untuk melestarikan
keberagaman budaya dan keberagaman beragama, kemudian yang paling terpenting
adalah kesadaran pada masyarakat indonesianya itu sendiri. Semoga nilai – nilai
pada “Bhineka Tunggal Ika” selalu terjaga dan dapat dipertahankan sampai
selamanya, demi keamanan hidup dinegeri ibu pertiwi ini.
Peran generasi muda memang sangat penting dimasa sekarang
ini, generasi muda harus tetap bekerja sama dan bersemangat menyerukan sikap
saling toleransi dan saling menghargai dalam segala aspek kehidupan di
Indonesia, sikap tersebut merupakan solusi terbaik dan konkrit dalam menjaga
terjadinya perpecahan dan konflik di Indonesia. Para generasi muda terutama
mahasiswa sangat berperan penting dan
perlu pemahaman yang kuat terhadap Pancasila, agar eksistensi Pancasila
dikalangan muda tidaklah pudar oleh pesatnya perkembangan zaman, semoga
persatuan dan kesatuan Indonesia selalu terjaga.
#MeyakiniMenghargai
Selasa, 10 November 2020
Pahlawan Bukan Tentang Kisah Masa Lalu
Sejatinya pahlawan memang bukan tentang kisah masa lalu,
dimasa – masa hari peringatan pahlawan ini saya ingin sedikit membahas mengenai
pahlawan dan arti pahlawan bagi kita. Arti pahlawan pada kamus besar Bahasa
Indonesia itu sendiri, berarti orang yang berjuang dengan gagah berani dalam
membela kebenaran. Pada masa lalu pahlawan – pahlawan memperjuangkan
kemerdekaan Negara Indonesia dengan segala pengorbanannya, jika kita buka lagi
buku sejarah, betapa pedihnya kita mengenang jasa – jasa mereka, bahkan sampai
titik darah penghabisan mereka korbankan jiwa raganya demi Negeri tercinta.
Tetapi pada maknanya, pahlawan bukan hanya mereka yang berjuang demi bangsanya,
banyak para pahlawan yang berada didekat kita, lihat saja orang tua kita
sendiri, mereka yang berjuang demi anak dan keluarganya agar bisa mendapatkan
kesejahterann dalam keluarganya.
Lantas apa peran pemuda dimasa sekarang ini? Apa kita
harus berjuang sampai titik darah penghabisan seperti yang dilakukan para
pahlawan dimasa lalu? Saya rasa tidak, dimasa sekarang mungkin perjuangan
pemuda dan pemudi bukan lagi berperang melawan para penjajah di Negara kita,
justru peran pemuda dan pemudi dimasa sekarang ini lebih berat dan peran kita sangatlah
penting, terlebih lagi saat saya merasa bahwa Negara kita tercinta ini sedang
tidak baik – baik saja. Banyak sekali permasalahan yang terjadi pada rumah
kita, mulai dari hukum, ekonomi bahkan sampai ideologi Negara, banyak oknum yang
menyebabkan semua ini terjadi. Maka peran pemuda – pemudi sangat dibutuhkan
untuk perubahan bangsa kearah lebih baik lagi, kita semua diharapkan bisa
menjadi pahlawan bagi diri kita, keluarga, agama, masyarakat bahkan pahlawan
untuk keutuhan Bersama Negeri pertiwi ini. Mari kita sama – sama menjaga
perdamaian Negara dari ‘mereka’ para oknum yang sengaja meruntuhkan Negerinya
sendiri. Kalau bukan kita, lalu siapa lagi yang akan mendamaikan Negeri ini?
Selamat Memperingati
Hari Pahlawan untuk kita semua para pejuang, tetap semangat dan pantang
menyerah dan jangan sampai lupakan sejarah. Berdamailah dengan diri sendiri,
maka kita bisa mendamaikan Negeri ini.
Bikin Mikir
Dikelilingi orang - orang yang keliatannya sangat berada dan bisa segampang itu ngeluarin duit segepok ternyata cukup challenging. Bukan p...
-
SINGKAT SAJA. Lalu aku Kembali dengan rutinitasku, membaca buku sambil duduk memandangi tembok kamar kos ku, memutar playlist lagu favoritku...
-
Desember kemarin nala janji sama diri sendiri, terakhir kali nyakitin diri. Tapi, setelah mencoba hilang 2 bulan, ternyata sama sekali tida...