Jumat, 18 Februari 2022

Menjadi Generasi Muda yang Tangguh


    Kita kini masih berjalan dalam lika-liku perjuangan, meski peluh mengalir di permukaan raga yang luruh, kita masih punya tujuan untuk bersimpuh. Menghitung jiwa-jiwa yang berteriak dalam kesusahannya. Menguliti raga yang angkuh hingga menemukan kotoran-kotoran kecil di dalamnya, biar raga itu tahu, bahwa jiwa kita sama dengan yang berteriak tepat di depan matanya.Memaknai arti sebuah perjuangan. Perjuangan merupakan sebuah kata yang berasal dari kata dasar berjuang yang artinya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata berjuang adalah berlanggaran (tentang perahu, ombak dan sebagainya).
    Refleksi kisah perjuangan telah terbukti betapa tingginya semangat perjuangan bangsa Indonesia untuk mengusir dan melawan penjajah sejak awal penjajahan Belanda sampai dengan tercapainya kemerdekaan Republik Indonesia. Dimana generasi yang lebih tua agar mewariskan tidak hanya pengetahuan tentang tonggak sejarah atas kejadian yang terjadi di masa lalu, namun juga terutama tentang semangat nasionalisme yang berpengaruh atas perjalanan hidup dalam berbangsa dan bernegara. Karena dengan demikian akan tercipta suatu hubungan emosional secara timbal balik diantaranya dalam kaitan semangat nasionalisme. Hal ini menjadi sebuah tuntutan yang layak, agar generasi muda dapat menghargai jasa-jasa pejuang dan pahlawannya sehingga mereka menempatkan para pejuang dan pahlawan yang terhormat. Sebagai generasi muda Indonesia, sudah sepatutnya kita berjuang untuk negeri ini, terlebih lagi pada saat kondisi Negara yang seperti ini. Sejak Awal tahun 2020, Indonesia sudah dihadapi dengan berbagai tantangan. Bencana alam, ataupun bencana politik. Sebagai generasi Gen Z yang memang terlahir dari keluarga menengah kebawah yang berusaha memperjuangkan kemerdekaan untuk diri saya dan keluarga saya. Berkuliah dengan bantuan beasiswa merupakan suatu kebanggaaan dan kemudahan bagi saya pribadi, akhirnya dengan segala perjuangan yang dilakukan saya masih bisa diberi kesempatan untuk berkuliah. Sebagai generasi muda bangsa Indonesia juga merupakan suatu hal yang cukup memberatkan bagi saya pribadi, dimana saya harus bisa memperjuangkan hak – hak dan membantu untuk perjuangan Indonesia yang benar merdeka adanya tanpa ada perbedaan dan ketertindasan masyarakat yang kurang mampu. Menurut saya perjuangan yang sesungguhnya dimasa muda adalah saat kita bisa menggunakan masa mud aitu dengan hal yang positif untuk kemajuan negara Indonesia ini, seperti pepatah mengungkapkan “Kita sukses itu bukan dilihat kalau dari kita punya rumah besar, mobil mewah, atau lampu kristal di rumah dan karpet yang luar biasa bagus, bukan itu. Tapi jika kita bisa membantu minimal 200 meter, 100 meter dari rumah kita. Itu baru kita bisa dikatakan sukses. Jika 100, 200 meter dari rumah kita tidak ada lagi orang susah, itu kita baru bisa dikatakan orang sukses.” Joyo Tjokrosantoso, Pasukan Berani Mati Barisan Pelopor.

Senin, 27 Desember 2021

Perbedaan untuk diakrabkan, bukan untuk diperdebatkan

     Indonesia merupakan negara yang multicultural atau masyarakat yang majemuk dengan keberagaman budaya, ras, etnis, Bahasa, dan sejarah yang berpadu menjadi satu sebagai kebiasaan di daerah setempat yang tersebar diseluruh wilayah NKRI. Kemudian Pancasila merupakan sebagai ideologi bangsa Indonesia yang sudah ada sejak Indonesia terlahir, Pancasila sudah menjadi suatu dasar aturan pokok berkehidupan dan bernegara. Pancasila berasal dari Bahasa sansakerta  yang berarti panca adalah lima dan sila berarti prinsip atau asas. Arti Pancasila bukan hanya sebagai dasar negara saja, tetapi Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa, kepribadian bangsa, pandangan hidup bangsa, sumber dari segala sumber hukum. Pancasila memiliki lima dasar prinsip yang mendasarinya, yaitu (1) ketuhanan yang maha esa, (2) Kemanusiaan yang adil dan beradab, (3) Persatuan Indonesia, (4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam  permusyawaratan perwakilan, (5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pada Pancasila yang ketiga terdapat bunyi “persatuan Indonesia”, seperti yang sudah dijelaskan diatas Indonesia merupakan negara mutikultural yang dimana memiliki berbagai macam dan keberagaman, keberagaman yang dimiliki oleh negara ini mendorong terciptanya semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya adalah walaupun berbeda – beda tetapi tetap satu tujuan yaitu memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang dari dulu sampai sekarang semboyan ini menjadi pedoman bangsa Indonesia dalam bermasyarakat dan berbangsa. Persatuan dan kesatuan harus kita pertahankan dari pihak – pihak yang sengaja ingin menciptakan perpecahan di negeri Indonesia tercinta ini. 

Tetapi di zaman sekarang ini sepertinya Indonesia bukan menjadi tempat yang nyaman lagi untuk hidup Bersama dalam perbedaaan. Banyak ancaman yang datang dan membuat kita warga khususnya kaum minoritas menjadi khawatir dan ‘was-was’ dalam mengeluarkan pendapat, berprilaku atau mungkin membawa perubahan. Rasanya ingin berkarya, tetapi rasa takut selalu melanda dan menciutkan semangat untuk berjuang dan membawa perubahan, karena rasanya segala sesuatu tidak akan diterima dan dipersulit. Entah apa yang melatar belakangi prilaku – prilaku anti sosial itu dan anti perbedaan, yang jelas hal mementingkan golongan hanya melunturkan persatuan dan kesatuan Indonesia. Faktor krisis persatuan di Indonesia akhir – akhir ini adalah terkait faktor SARA, sifatnya memang sangat pribadi karna itu berkaitan dengan HAM, masalah SARA ini adalah suatu topik yang sangat sensitif untuk dibahas, karna ini menyangkut tentang Tuhan. Akhir – akhir ini banyak sekali terdengar mengenai isu – isu Sara yang mempersalahkan mengenai agama di Indonesia ini, tiap kaum theism pasti akan selalu membela dan mengakui agamanya sebagai agama yang paling benar, tetapi pada hakikatnya Indonesia ini merupakan negara dengan berbagai Agama yang memang sudah seharusnya saling menghargai dan toleransi antar umat beragama.

            Memang pada akhirnya kita semua tidak perlu membanding – bandingkan perbedaan satu dengan yang lainnya, semua orang memiliki karakteristiknya masing – masing, tidak ada manusia yang bisa memilih ingin dilahirkan dikeluarga seperti apa, dengan faktor ekonomi yang seperti apa, dan tidak ada pula manusia yang bisa memilih mereka ingin dilahirkan dengan agama, suku dan rasa apa. Masih banyak cara yang kita lakukan dalam menjada persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Pertama, mari kita sama – sama membangun kembali rasa toleransi ditengah keberagaman budaya dan beragama pada masyarakat, kemudian cara berikutnya dengan selalu menunjukan sikap ramah dan menghilangkan egoisme masing – masing umat beragama dan suku dan golongan. Kemudian peran pemerintah pun diperlukan dalam pengambilan keputusan untuk melestarikan keberagaman budaya dan keberagaman beragama, kemudian yang paling terpenting adalah kesadaran pada masyarakat indonesianya itu sendiri. Semoga nilai – nilai pada “Bhineka Tunggal Ika” selalu terjaga dan dapat dipertahankan sampai selamanya, demi keamanan hidup dinegeri ibu pertiwi ini.

            Peran generasi muda memang sangat penting dimasa sekarang ini, generasi muda harus tetap bekerja sama dan bersemangat menyerukan sikap saling toleransi dan saling menghargai dalam segala aspek kehidupan di Indonesia, sikap tersebut merupakan solusi terbaik dan konkrit dalam menjaga terjadinya perpecahan dan konflik di Indonesia. Para generasi muda terutama mahasiswa sangat berperan penting  dan perlu pemahaman yang kuat terhadap Pancasila, agar eksistensi Pancasila dikalangan muda tidaklah pudar oleh pesatnya perkembangan zaman, semoga persatuan dan kesatuan Indonesia selalu terjaga.

#MeyakiniMenghargai

Selasa, 10 November 2020

Pahlawan Bukan Tentang Kisah Masa Lalu



        Sejatinya pahlawan memang bukan tentang kisah masa lalu, dimasa – masa hari peringatan pahlawan ini saya ingin sedikit membahas mengenai pahlawan dan arti pahlawan bagi kita. Arti pahlawan pada kamus besar Bahasa Indonesia itu sendiri, berarti orang yang berjuang dengan gagah berani dalam membela kebenaran. Pada masa lalu pahlawan – pahlawan memperjuangkan kemerdekaan Negara Indonesia dengan segala pengorbanannya, jika kita buka lagi buku sejarah, betapa pedihnya kita mengenang jasa – jasa mereka, bahkan sampai titik darah penghabisan mereka korbankan jiwa raganya demi Negeri tercinta. Tetapi pada maknanya, pahlawan bukan hanya mereka yang berjuang demi bangsanya, banyak para pahlawan yang berada didekat kita, lihat saja orang tua kita sendiri, mereka yang berjuang demi anak dan keluarganya agar bisa mendapatkan kesejahterann dalam keluarganya.

            Lantas apa peran pemuda dimasa sekarang ini? Apa kita harus berjuang sampai titik darah penghabisan seperti yang dilakukan para pahlawan dimasa lalu? Saya rasa tidak, dimasa sekarang mungkin perjuangan pemuda dan pemudi bukan lagi berperang melawan para penjajah di Negara kita, justru peran pemuda dan pemudi dimasa sekarang ini lebih berat dan peran kita sangatlah penting, terlebih lagi saat saya merasa bahwa Negara kita tercinta ini sedang tidak baik – baik saja. Banyak sekali permasalahan yang terjadi pada rumah kita, mulai dari hukum, ekonomi bahkan sampai ideologi Negara, banyak oknum yang menyebabkan semua ini terjadi. Maka peran pemuda – pemudi sangat dibutuhkan untuk perubahan bangsa kearah lebih baik lagi, kita semua diharapkan bisa menjadi pahlawan bagi diri kita, keluarga, agama, masyarakat bahkan pahlawan untuk keutuhan Bersama Negeri pertiwi ini. Mari kita sama – sama menjaga perdamaian Negara dari ‘mereka’ para oknum yang sengaja meruntuhkan Negerinya sendiri. Kalau bukan kita, lalu siapa lagi yang akan mendamaikan Negeri ini?

Selamat Memperingati Hari Pahlawan untuk kita semua para pejuang, tetap semangat dan pantang menyerah dan jangan sampai lupakan sejarah. Berdamailah dengan diri sendiri, maka kita bisa mendamaikan Negeri ini.

 


Bikin Mikir

  Dikelilingi orang - orang yang keliatannya sangat berada dan bisa segampang itu ngeluarin duit segepok ternyata cukup challenging. Bukan p...