Rabu, 02 Agustus 2023

Untuk Syifa

 Tulisan ini aku dedikasikan untukmu, Syifa.

Terimakasih karena sudah menjadi pribadi yang selalu memiliki rasa ingin tahu, ingin mengerti, dan selalu berusaha mencoba melakukan yang terbaik. Semangatmu untuk terus belajar dari apapun dan siapapun yang tak pernah padam. Karena dunia bukan sekedar untuk dihidupi dan dialami, tetapi juga untuk dipelajari.

Terimakasih karna sudah berusaha menghargai orang - orang disekitarmu, bisa berteman dengan siapa saja. Aku sangat menghargai keputusanmu untuk jadi pendengar, merangkul dan bersuara ketika ada orang yang tersakiti. 

Terimakasih karena sudah bergabung dengan barisan orang - orang yang ingin mengubah dunia. Meskipun banyak sekali manusia di luar sana yang menganggap kamu keras kepala, pemarah dan sifat buruk lainnya. Aku tau bahwa dunia ini memang tempat untuk semua makhluk dari yang keji hingga yang baik hati. Meskipun banyak manusia di dunia ini yang egosentris, berteriak - teriak di depan muka orang lain bahwa kebenaran hanya ada  pada mereka, tapi kamu Syifa bisa terus berusaha meyakinkan diri sendiri untuk tetap menjadi manusia yang baik. Meski aku tahu, jauh di dalam hati kamu terdapat carut marut tentang isi dunia. Kamu yang berusaha selalu tersenyum, saat semua orang menggapmu berhati dingin, dan tak punya kepedulian. Padahal jauh dari itu aku tahu kamu adalah manusia yang baik. Meski sebenarnya kamu memang tidak seperti perempuan yang biasa berada di luar sana.


Kamis, 20 Juli 2023

Ketika semua dimulai

 Tak di anggap dan tak berarti


Tak di anggap dan tak berati adalah hal yang sering aku rasakan beberapa tahun ini. Mengapa? Karna mungkin aku memang tidak pantas untuk mendapatkan hal itu. 

Aku tau untuk saat ini dianggap dan berarti untuk dirisendiri adalah salah satu yang terbaik. Tapi, apakah tak ada kesempatan untuk dianggap ada dan dibuat berarti oleh orang lain? Apakah itu benar-benar tak akan terjadi?

Setidak nya keluarga ku yang aku anggap rumah membuat aku merasa dianggap dan berarti. 

Aku merasa mereka tidak menganggapku ada, apa mungkin karna aku belum bisa memberikan apa yang mereka mau? Jadi jika aku belum mendapatkan itu, aku tidak bisa berlindung di rumah ku? Bahkan ketika badai datang pun? Aku berharap mereka bisa membuka mata, bahwa aku adalah manusia yang masih ingin di lindungi, dianggap bahkan di buat berarti untuk mereka.


(Tulisan kiriman dari sahabatku uti)

Minggu, 11 Juni 2023

Kembali

SINGKAT SAJA.

Lalu aku Kembali dengan rutinitasku, membaca buku sambil duduk memandangi tembok kamar kos ku, memutar playlist lagu favoritku di spotify. Semua hal terlihat sama, hanya saja sudah tidak ada lagi perasaan yang menggebu seperti dulu. Aku sedang belajar cukup dengan diri sendiri, sedang belajar tidak apa – apa untuk ditinggalkan, dikecewakan bahkan tidak dianggap. Karena pada akhirnya hidup memang sebuah penerimaan bahwa kita manusia hanya akan memiliki diri sendiri

Hidup dalam sebuah kebingungan pada akhirnya pun tak apa, setidaknya aku masih bisa mengajak diriku sendiri berdiskusi, memahami keadaan tentunya tidak akan sepenuhnya. Langkahku sering salah dan kebanyakan memang begitu. Tapi tak apa beberapa kesalahan memang akan terus terjadi dalam hidup.

 

Jumat, 03 Maret 2023

Pukul 6

Desember kemarin nala janji sama diri sendiri, terakhir kali nyakitin diri. Tapi, setelah mencoba hilang 2 bulan, ternyata sama  sekali tidak mengubah apapun. Dia nala yang masih saja dan akan selalu mencintai laki laki itu.

Nala bingung, sebenarnya apalagi yang harus nala harapkan dari laki - laki yang berparas biasa saja itu, seorang teman yang jelas - jelas mengucapkan tidak mau bersama sebagai pasangan. "Jujur, sampai saat ini pun aku tidak faham seperti apa sebenernya bentuk perasaanku kepadamu" Ucap nala. Nala merasa memang nala yang egois, memaksakan sesuatu yang jelas tidak bisa dipaksakan.

Nala faham sekali konsep dari stoic, tidak ada yang bisa Nala kendalikan kecuali diri Nala sendiri, Nala juga sering baca kalau Nala gabisa ubah suatu hal yang buruk menjadi baik maka yang harus diubah adalah bagaimana cara Nala menanggapinya.

Setelah 3 tahun berlalu, Nala dan perasaan yang sama yang masih saja cinta, bahkan saat Laki - laki itu sudah ganti kekasih 2 kali dan Nala masih saja simpan harap ini pada lelaki itu. Miris yahh, berkali - kali Nala yakinin diriku kalo dia bukan buat Nala. Tapi fikiran Nala terus nolak dan lagi - lagi terus kefikiran gimana dia nyakitin Nala dengan sengaja..

Apa sebenarnya hal yang membuat lelaki itu sama sekali tidak bisa menerima Nala? bisa Nala balikkan fokusnya pada pertanyaan ini dulu. Bukan pertanyaan lelaki itu yang disampaikan pada Nala yang ditanyakan kenapa Nala harus suka pada Lelaki itu dan kenapa Nala harus belajar buka hati kepada yang lain. Coba saja pertanyaan itu Nala balikin lagi ke Dia "lalu kenapa tidak kamu saja yang belajar buka hati untukku? bukankah itu terlalu egois? kamu merasa kamu pemeran utamanya dalam hidupku, jadi seolah - olah harus terus aku yang mengalah" Lelaki yang bermana Alex terlalu takut memulai hal yang baru dari suatu pertemanan. Apa yang salah jika semua bermula dari teman. Juga pernyataan Alex yang serius menyayat hati Nala katanya "bersama tidak harus menjadi pasangan" ringan sekali rupanya Alex sampaikan itu pada Nala. 

Apa yang harus Nala katakan lagi, rasanya Nala seperti perempuan yang begitu mengemis cinta seorang lelaki yang keras kepala. Nala tau, lelaki memang sejatinya untuk mengejar, Nala pun tidak bermaksud untuk mengejar Alex, tapi apakah Alex tidak terlalu jahat karna mengabaikan berbagai effort yang sudah Nala lakukan untuknya? Jika harus Nala sebutkan satu persatunya mungkin nanti Nala akan dicap orang itung - itungan lalu Alex ucapkan lagi dengan mudahnya "konklusinya mau gimana? mau dikalkulasiin aja?" tidak, bukan perkara uang yang Nala harapkan, atau balasan gift yang Nala berikan. "Susah yaa emang, buat maksain hati orang tuh" fikir Nala 

Nala cape, Nala sudah lelah terus terusan ke distract hal kaya gini. Tapi Alex pernah bayangin dan fikirin ga sih? Alex dengan sengajanya terus terusan mencintai dan bersama perempuan di dalam satu organisasi dengan Nala sudah 2 kali Alex lakukan itu. Jujur sebenarnya Nala kecewa, tapi mau gimanapun ya itu memang pilihan Alex, sakit memang, tapi lagi lagi kata yang keluar "yaa mau gimana lagi, perasaan orang bukan gue yang atur".

Jadi buat sekarang, Nala hanya ingin ketenangan, tanpa Alex, tanpa perempuan Alex, tanpa rasa sakit yang selalu kamu berikan padaku. 

Untuk semua yang sudah Nala berikan, lagu, surat apapun itu Nala harap itu bisa menjadi sebuah kenangan rasa sakit diri Nala. Apa Nala harus berterimakasih? Mungkin iya, karna terkadang kita bisa lebih bijaksana setelah kita melalui beberapa hal yang menyakitkan, dan selamat Alex sudah menyakiti Nala beberapa kali. Semoga hal - hal baik selalu menyertai kehidupan ini. 

Nala sama sekali tidak berharap agar kita dipertemukan di lain waktu, bukan perkara Nala sudah mengikhlaskan Alex tapi Nala rasa sudah terlalu banyak hal yang menyakitkan yang Alex tinggalkan dalam diri ini. Harapan Nala adalah Nala tidak lagi mengenalmu dan tidak lagi memiliki perasaan seperti ini.

Senin, 02 Januari 2023

Cerita Yang Tak Berkelanjutan

 Jadi, bagaimana dengan Bandung? Laut melepaskan sepatunya dan menaruhnya diantara bagian pot – pot bunga milik nala.

‘oiya, bagaimana dengan proposal yang kukirim kemarin, sudah direvisi?” tanya laut pada nala sembari berjalan duduk ke arah nala yang sedang memainkan laptopnya

‘tidak lihat aku sedang apa?’ ucap Nala sembari menunjukan proposal yang sedang ia revisi di laptopnya

‘ha ha ha, aku kan gatau, bisa aja kamu main laptop lagi main zombie kan?’ laut menyeringai lalu meminum kopi yang ada pada meja

Laut dan nala merupakan partner organisasi di kampusnya, sudah dari maba laut dan nala saling kenal, namun baru ditahun ke 2 kuliah mereka terlihat dekat karna banyak sekali organisasi yang mereka ikuti Bersama. Nala dan laut satu fakultas hanya beda jurusan.

‘ku rasa ini sudah, nanti kalo ada revisi lagi tinggal kabari aku, aku harus ke kampus dulu tiba – tiba dosenku masuk’ nala langsung bergegas menyiapkan dirinya untuk berangkat ke kampus. ‘sudah ku kirim ke email mu, tinggal kamu cek aja’ sambung nala

‘yaudahh biar sekalian aku aja ke kampusnya, aku juga mau ngecek lab’

Nala hanya mengangguk

Setelah itu, nala dan laut langsung pergi ke kampus untuk urusan mereka masing – masing.

Nala menutup matanya erat – erat , melihat sesuatu yang tidak disangka dan membuatnya sesak. Laut sedang berduaan dengan seorang kaka tingkat ia kenal satu organisasi dengannya. Nala benar – benar tak menyangka akan hal itu, sosok laut yang ia kagumi, tetapi dibelakang ternyata seperti itu, terlebih lagi perempuan yang sedang Bersama laut ialah seorang kaka tingkat yang terkenal alim dan selalu berpakaian tertutup. Tetapi, siang ini matahari memang naik begitu cepat sama halnya air mata nala yang tidak terbendung lagi.

Padahal nala baru saja ingin menyampaikan progress mengenai proposal kerja sama dengan perusahaan, tetapi melihat kejadian itu nala benar – benar murung............

???

Jumat, 18 Februari 2022

Menjadi Generasi Muda yang Tangguh


    Kita kini masih berjalan dalam lika-liku perjuangan, meski peluh mengalir di permukaan raga yang luruh, kita masih punya tujuan untuk bersimpuh. Menghitung jiwa-jiwa yang berteriak dalam kesusahannya. Menguliti raga yang angkuh hingga menemukan kotoran-kotoran kecil di dalamnya, biar raga itu tahu, bahwa jiwa kita sama dengan yang berteriak tepat di depan matanya.Memaknai arti sebuah perjuangan. Perjuangan merupakan sebuah kata yang berasal dari kata dasar berjuang yang artinya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata berjuang adalah berlanggaran (tentang perahu, ombak dan sebagainya).
    Refleksi kisah perjuangan telah terbukti betapa tingginya semangat perjuangan bangsa Indonesia untuk mengusir dan melawan penjajah sejak awal penjajahan Belanda sampai dengan tercapainya kemerdekaan Republik Indonesia. Dimana generasi yang lebih tua agar mewariskan tidak hanya pengetahuan tentang tonggak sejarah atas kejadian yang terjadi di masa lalu, namun juga terutama tentang semangat nasionalisme yang berpengaruh atas perjalanan hidup dalam berbangsa dan bernegara. Karena dengan demikian akan tercipta suatu hubungan emosional secara timbal balik diantaranya dalam kaitan semangat nasionalisme. Hal ini menjadi sebuah tuntutan yang layak, agar generasi muda dapat menghargai jasa-jasa pejuang dan pahlawannya sehingga mereka menempatkan para pejuang dan pahlawan yang terhormat. Sebagai generasi muda Indonesia, sudah sepatutnya kita berjuang untuk negeri ini, terlebih lagi pada saat kondisi Negara yang seperti ini. Sejak Awal tahun 2020, Indonesia sudah dihadapi dengan berbagai tantangan. Bencana alam, ataupun bencana politik. Sebagai generasi Gen Z yang memang terlahir dari keluarga menengah kebawah yang berusaha memperjuangkan kemerdekaan untuk diri saya dan keluarga saya. Berkuliah dengan bantuan beasiswa merupakan suatu kebanggaaan dan kemudahan bagi saya pribadi, akhirnya dengan segala perjuangan yang dilakukan saya masih bisa diberi kesempatan untuk berkuliah. Sebagai generasi muda bangsa Indonesia juga merupakan suatu hal yang cukup memberatkan bagi saya pribadi, dimana saya harus bisa memperjuangkan hak – hak dan membantu untuk perjuangan Indonesia yang benar merdeka adanya tanpa ada perbedaan dan ketertindasan masyarakat yang kurang mampu. Menurut saya perjuangan yang sesungguhnya dimasa muda adalah saat kita bisa menggunakan masa mud aitu dengan hal yang positif untuk kemajuan negara Indonesia ini, seperti pepatah mengungkapkan “Kita sukses itu bukan dilihat kalau dari kita punya rumah besar, mobil mewah, atau lampu kristal di rumah dan karpet yang luar biasa bagus, bukan itu. Tapi jika kita bisa membantu minimal 200 meter, 100 meter dari rumah kita. Itu baru kita bisa dikatakan sukses. Jika 100, 200 meter dari rumah kita tidak ada lagi orang susah, itu kita baru bisa dikatakan orang sukses.” Joyo Tjokrosantoso, Pasukan Berani Mati Barisan Pelopor.

Senin, 27 Desember 2021

Perbedaan untuk diakrabkan, bukan untuk diperdebatkan

     Indonesia merupakan negara yang multicultural atau masyarakat yang majemuk dengan keberagaman budaya, ras, etnis, Bahasa, dan sejarah yang berpadu menjadi satu sebagai kebiasaan di daerah setempat yang tersebar diseluruh wilayah NKRI. Kemudian Pancasila merupakan sebagai ideologi bangsa Indonesia yang sudah ada sejak Indonesia terlahir, Pancasila sudah menjadi suatu dasar aturan pokok berkehidupan dan bernegara. Pancasila berasal dari Bahasa sansakerta  yang berarti panca adalah lima dan sila berarti prinsip atau asas. Arti Pancasila bukan hanya sebagai dasar negara saja, tetapi Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa, kepribadian bangsa, pandangan hidup bangsa, sumber dari segala sumber hukum. Pancasila memiliki lima dasar prinsip yang mendasarinya, yaitu (1) ketuhanan yang maha esa, (2) Kemanusiaan yang adil dan beradab, (3) Persatuan Indonesia, (4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam  permusyawaratan perwakilan, (5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pada Pancasila yang ketiga terdapat bunyi “persatuan Indonesia”, seperti yang sudah dijelaskan diatas Indonesia merupakan negara mutikultural yang dimana memiliki berbagai macam dan keberagaman, keberagaman yang dimiliki oleh negara ini mendorong terciptanya semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya adalah walaupun berbeda – beda tetapi tetap satu tujuan yaitu memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang dari dulu sampai sekarang semboyan ini menjadi pedoman bangsa Indonesia dalam bermasyarakat dan berbangsa. Persatuan dan kesatuan harus kita pertahankan dari pihak – pihak yang sengaja ingin menciptakan perpecahan di negeri Indonesia tercinta ini. 

Tetapi di zaman sekarang ini sepertinya Indonesia bukan menjadi tempat yang nyaman lagi untuk hidup Bersama dalam perbedaaan. Banyak ancaman yang datang dan membuat kita warga khususnya kaum minoritas menjadi khawatir dan ‘was-was’ dalam mengeluarkan pendapat, berprilaku atau mungkin membawa perubahan. Rasanya ingin berkarya, tetapi rasa takut selalu melanda dan menciutkan semangat untuk berjuang dan membawa perubahan, karena rasanya segala sesuatu tidak akan diterima dan dipersulit. Entah apa yang melatar belakangi prilaku – prilaku anti sosial itu dan anti perbedaan, yang jelas hal mementingkan golongan hanya melunturkan persatuan dan kesatuan Indonesia. Faktor krisis persatuan di Indonesia akhir – akhir ini adalah terkait faktor SARA, sifatnya memang sangat pribadi karna itu berkaitan dengan HAM, masalah SARA ini adalah suatu topik yang sangat sensitif untuk dibahas, karna ini menyangkut tentang Tuhan. Akhir – akhir ini banyak sekali terdengar mengenai isu – isu Sara yang mempersalahkan mengenai agama di Indonesia ini, tiap kaum theism pasti akan selalu membela dan mengakui agamanya sebagai agama yang paling benar, tetapi pada hakikatnya Indonesia ini merupakan negara dengan berbagai Agama yang memang sudah seharusnya saling menghargai dan toleransi antar umat beragama.

            Memang pada akhirnya kita semua tidak perlu membanding – bandingkan perbedaan satu dengan yang lainnya, semua orang memiliki karakteristiknya masing – masing, tidak ada manusia yang bisa memilih ingin dilahirkan dikeluarga seperti apa, dengan faktor ekonomi yang seperti apa, dan tidak ada pula manusia yang bisa memilih mereka ingin dilahirkan dengan agama, suku dan rasa apa. Masih banyak cara yang kita lakukan dalam menjada persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Pertama, mari kita sama – sama membangun kembali rasa toleransi ditengah keberagaman budaya dan beragama pada masyarakat, kemudian cara berikutnya dengan selalu menunjukan sikap ramah dan menghilangkan egoisme masing – masing umat beragama dan suku dan golongan. Kemudian peran pemerintah pun diperlukan dalam pengambilan keputusan untuk melestarikan keberagaman budaya dan keberagaman beragama, kemudian yang paling terpenting adalah kesadaran pada masyarakat indonesianya itu sendiri. Semoga nilai – nilai pada “Bhineka Tunggal Ika” selalu terjaga dan dapat dipertahankan sampai selamanya, demi keamanan hidup dinegeri ibu pertiwi ini.

            Peran generasi muda memang sangat penting dimasa sekarang ini, generasi muda harus tetap bekerja sama dan bersemangat menyerukan sikap saling toleransi dan saling menghargai dalam segala aspek kehidupan di Indonesia, sikap tersebut merupakan solusi terbaik dan konkrit dalam menjaga terjadinya perpecahan dan konflik di Indonesia. Para generasi muda terutama mahasiswa sangat berperan penting  dan perlu pemahaman yang kuat terhadap Pancasila, agar eksistensi Pancasila dikalangan muda tidaklah pudar oleh pesatnya perkembangan zaman, semoga persatuan dan kesatuan Indonesia selalu terjaga.

#MeyakiniMenghargai

Bikin Mikir

  Dikelilingi orang - orang yang keliatannya sangat berada dan bisa segampang itu ngeluarin duit segepok ternyata cukup challenging. Bukan p...